Agakaneh, jika proposal didahului dengan diskusi tentang batas-batas konsep revisi literatur. Oleh karena itu, meninjau literatur harus melampaui batas konsep, karena lebih umum. Bagaimana kerangka kerja yang valid dan adil untuk proposal dapat dibuat? Jawaban singkat mesti sesuai dengan logika penelitian ilmiah dan bisa dimengerti oleh pembaca.
1 Tentukan siapa yang akan membaca proposal. Sebelum menulis, tentukan dahulu kepada siapa proposal harus dikirim dan hal-hal apa saja yang sudah atau belum ia ketahui tentang rencana Anda. Pikirkan juga apakah pembaca adalah orang yang sibuk, hanya sekilas membaca proposal, dan tidak sempat mempertimbangkan gagasan Anda.
1 Tentukan Topik. Sama halnya dengan membuat makalah ataupun laporan, dalam membuat sebuah proposal, kamu harus menentukan terlebih dahulu topik yang akan menjadi pokok bahasan. Apapun jenis proposal yang kamu buat, topik proposal adalah sesuatu yang harus diperhatikan.
Tidakambigu: maksudnya tidak bermakna ganda karena penulis kurang menguasai materi atau kurang mampu menyusun kalimat dengan subjek dan predikat yang jelas. Tidak emotif: maksudnya tidak melibatkan aspek perasaan dari penulis karya ilmiah. Sistematika Karya Tulis Ilmiah Kamu juga harus mengetahui sistematika karya tulis ilmiah yang baik dan benar.
Berkenalandengan Penulisan Karya Ilmiah dan Penulisan Proposal. Sido Muncul menerapkan 5 tahap uji kualitas untuk setiap produk yang dihasilkan. Adapun 5 tahap tersebut untuk memastikan produk
45 Metode Penelitian. 4.6 Hasil dan Pembahasan. 4.7 Kesimpulan. 4.8 Referensi atau Bibliograf. 5 Tips Menulis Artikel Ilmiah Sebelum Publish Jurnal. 5.0.1 Jangan takut untuk menjelaskan. 5.0.2 Kejelasan adalah kuncinya. 5.0.3 Waspadai literatur lain di bidang Anda (dan referensikan)
. - Setiap akan melakukan studi akademik, selalu didasarkan pada rencana ilmiah yang biasanya terwujud dalam proposal penelitian. Tahukah kalian bagaimana langkah menyusun proposal penelitian yang benar? Dalam melaksanakan penelitian Anda wajib membuat proposal penelitian yang jelas. Sehingga Anda bisa menyampaikan maksud dan tujuan penelitian dengan utuh, jelas dan runtut. Maka dari itu, cara membuat proposal penelitian perlu diperhatikan para akademisi. Nah, berikut ini, Anda akan sedikit mendapatkan informasi mengenai cara menyusun proposal penelitian. Termasuk urutan penulisan proposal penelitian. Tanpa banyak basa-basi lagi, mari simak selengkapnya! Cara Membuat Proposal Penelitian Baca Juga Cara Membuat Proposal Penelitian, Lengkap dengan Tutorial Penulisan, Bisa untuk Skripsi Langkah-langkah sederhana tapi harus diperhatikan dengan baik, berikut detailnya. Pertama tentukan judul dengan melihat kajian pustaka dan tema bersangkutan, sesuaikan juga dengan tujuan dan dasar penelitian latar belakang yang jelas, yang mencakup mengapa penelitian ini harus dilakukan, apa tujuannya, dan apa masalah yang ingin langkah penelitian, mulai dari pengumpulan materi awal, pencarian sumber materi, analisis data awal yang dimiliki, cara pengambilan data, perkiraan data, margin error yang mungkin terjadi, hipotesa awal, serta kebutuhan satu proposal penelitian yang padat, singkat, dan jelas, lalu ajukan ke pihak yang Proposal Penelitian Untuk kerangka proposal penelitian sendiri, secara sistematis berikut rancangannya. Pertama, Pendahuluan halaman judul, abstrak, daftar isi, daftar gambar, daftar tabel, dan data awal yang dilampirkan.Tinjauan Penelitian langkah-langkah penelitian, teknik pengambilan data, teknik analisis data. dan Pustaka dan jelas dan mudah dipahami bukan? Secara umum, penulisan proposal penelitian bisa disusun dengan langkah sederhana tersebut. Hanya saja, semua bagian harus benar-benar disusun secara detail dan terperinci, dan pada saat yang bersamaan wajib singkat, pada, dan jelas. Proposal penelitian merupakan dasar yang digunakan sebagai permulaan penelitian. Nantinya ketika proposal disetujui, maka penelitian akan bisa dilaksanakan untuk mendapatkan data yang diperlukan.
Dalam rutinitas harian kita, Sistematika proposal menjadi penting khususnya untuk anak sekolahan ataupun orang-orang yang memiliki suatu bisnis. Dimana, sistematika proposal digunakan dan akrab dengan penulisan proposal. Dimana proposal pada dasarnya bisa kita pahami sebagai suatu dokumen yang ditulis dengan tujuan untuk memperoleh suatu dari pihak tertentu. Proposal sendiri umumnya dibuat sebelum dilakukannya sebuah kegiatan ataupun penelitian. Penulisan dan pengajuan proposal biasanya dilakukan supaya memperoleh bantuan dana, suatu perizinan, dan juga sebuah bentuk dukungan dari pihak terkait. Disini, peran proposal memang cukup penting dalam hal penyelenggaraan suatu kegiatan. Sebab, proposal mempunyai banyak sekali peran penting dan mencakup banyak kepentingan orang. Penyusunan proposal juga seharusnya sesuai dengan struktur proposal yang biasanya disebut dengan sistematika proposal. Pada artikel kali ini, kita akan membahas secara detail mengenai sistematika proposal yang baik dan benar. Akan tetapi, sebelum membahas sistematika proposal lebih dalam, alangkah lebih baik kita bahas dulu mengenai pengertian dan beberapa hal mengenai proposal itu sendiri. Pemahaman dasar yang baik pasti akan mengantarkan kita pada pelaksanaan yang baik juga. Berikut ini adalah penjelasan selengkapnya. A. Pengertian ProposalB. Sistematika Proposal1. Latar Belakang2. Masalah dan Tujuan3. Ruang Lingkup Kegiatan4. Kerangka Teoritis dan Hipotesis5. Metode6. Pelaksana Kegiatan7. Fasilitas8. Keuntungan dan Kerugian9. Lama Waktu Kegiatan10. Jadwal Kegiatan11. Anggaran Dana12. Daftar PustakaC. Kaidah Kebahasaan Proposal1. Pernyataan Argumentatif2. Pernyataan Persuasif3. Kata-Kata Teknis4. Kata Kerja Tindakan5. Kata Pendefinisian6. Kata Perincian7. Kata Keakanan8. Kata DenotatifD. Syarat Penyusunan Proposal1. Lengkap2. Jelas3. MenarikE. Contoh Proposal Kegiatan yang Baik dan BenarRekomendasi Buku & Artikel Terkait Sistematika ProposalKategori Ilmu Bahasa IndonesiaMateri Terkait Awalnya, istilah proposal berasal dari kata dalam Bahasa Inggris yaitu to propose yang artinya mengajukan. Adanya sebuah proposal dapat menjadi salah satu cara untuk menjelaskan berbagai pengertian dan juga memberikan pembahasan mengenai kegiatan tertentu. Jika dilihat secara umum, proposal bisa dibagi menjadi dua jenis, yaitu proposal penelitian dan proposal kegiatan. Proposal sendiri berisi sifat yang berperan sebagai usulan tertulis. Dimana hal itu memiliki maksud untuk disampaikan pada pihak yang mempunyai hubungan dengan kegiatan yang ingin dilakukan atau dilaksanakan. B. Sistematika Proposal Secara umum, terdapat unsur yang wajib ada di dalam sistematika proposal antara lain, latar belakang, tujuan, rumusan masalah, manfaat, asumsi penelitian, hipotesis, dan terakhir adalah tinjauan pustaka. Akan tetapi, dalam beberapa proposal saat ini bisa ditulis secara lebih fleksibel, bergantung dengan tujuan proposal yang ditulis. Pada dasarnya, proposal mempunyai jenis yang cukup beragam. Hal tersebut bisa disesuaikan dengan tujuan dari pembuatannya. Contoh proposal yang cukup sering dibuat adalah proposal perizinan untuk menyelenggarakan kegiatan penelitian yang ditujukan untuk lembaga yang mempunyai hubungan. Tak hanya itu saja, ada juga sebuah proposal kegiatan seminar ataupun konser yang bertujuan untuk mencari sponsor atau dukungan supaya acara tersebut bisa berjalan dengan meriah. Sedangkan di dalam proposal penelitian akan ada latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan dari penelitian tersebut, manfaat yang akan diperoleh dari penelitian tersebut, landasan teori, metode penelitian, dan kerangka penulisan laporan. Nah, agar kamu bisa lebih memahami sistematika proposal, berikut adalah penjelasan lengkapnya. 1. Latar Belakang Unsur sistematika proposal yang pertama adalah latar belakang. Di dalam latar belakang yang ada di sebuah proposal ini berisikan tentang keadaan, kejadian, dan hal-hal yang melatarbelakangi pelaksanaan kegiatan ataupun penelitian tersebut. Misalnya saja di dalam proposal kegiatan yang berhubungan dengan kesehatan masyarakat desa. Maka di dalam bagian latar belakang harus membahas mengenai terjadinya suatu penyakit menular. Berikut ini adalah contoh kalimat yang bisa dicantumkan di dalam latar belakang proposal penelitian kadar keilmiahan di mading sekolah “Bahasa yang digunakan dalam sebuah tulisan ilmiah memiliki karakteristik dan ragam ilmiah. Oleh karena itu, tulisan ilmiah menggunakan ragam bahasa tersendiri, yaitu ragam tulis ilmiah. Bahasa tulis ilmiah merupakan suatu laras dari ragam bahasa resmi baku yang harus disusun secara jelas, teratur, dan tepat makna. Ragam bahasa ilmiah yang digunakan dalam tulisan ilmiah terutama pada mading ilmiah, harus memiliki ketentuan supaya mampu mengkomunikasikan pikiran, gagasan, dan pengertian secara lengkap, ringkas, dan tepat makna……” 2. Masalah dan Tujuan Unsur sistematika proposal yang kedua adalah masalah dan tujuan. Di dalam proposal kegiatan ataupun proposal penelitian, perlu disebutkan permasalahan serta tujuan proposal tersebut secara spesifik. Caranya yaitu dengan merumuskan tujuan proposal secara rasional dan menggunakan gaya bahasa yang bersifat persuasif agar pihak yang membaca proposal bisa tertarik dengan tujuan dari adanya kegiatan tersebut. Berikut ini adalah perumusan masalah yang ada di dalam proposal penelitian kadar keilmiahan di mading sekolah “…Berdasarkan uraian di atas, masalah yang akan dijadikan fokus penelitian ini adalah sebagai berikut, Bagaimanakah kadar keilmuan isi tulisan para siswa SMA Pelita kelas 10 dalam mading sekolahnya? Bagaimana kadar keilmuan kosakata dan istilah yang digunakan dalam tulisan para siswa SMA Pelita kelas 10 dalam mading sekolahnya? Bagaimana kadar keilmuan pengembangan bahasa yang digunakan dalam tulisan para siswa SMA Pelita kelas 10 dalam mading sekolahnya? dst…” Semetara pada tujuan proposal, biasanya mengikuti rumusan masalah yang ada. 3. Ruang Lingkup Kegiatan Unsur sistematika proposal yang ketiga adalah ruang ligkup kegiatan. Dalam merumuskan proposal kegiatan, kita harus menjelaskan mengenai batasannya. 4. Kerangka Teoritis dan Hipotesis Unsur sistematika proposal yang keempat adalah kerangka teoritis dan hipotesis. Di dalam sebuah proposal kegiatan ataupun proposal penelitian, harus ada teori ataupun hasil penelitian yang sebelumnya sudah pernah dilakukan dan berkaitan dengan masalah yang ada di dalam proposal tersebut. Telaah yang dimaksud bisa berupa perbandingan dari penelitian sebelumnya ataupun teori yang serupa dengan masalah yang akan diteliti. Dengan adanya teori tersebut, pihak yang berkaitan dengan persetujuan proposal atau penerima usul bisa memahami bobot permasalahan di dalam proposal tersebut. Berikut ini adalah kerangka teoritis di dalam sebuah proposal penelitian kadar keilmiahan di mading sekolah. “……Supaya kerja sama dan kolaborasi efektif dan efisien, alat komunikasi yang digunakan perlu disesuaikan dengan hakikat ilmu pengetahuan serta dengan cara kerja para ilmuwan. Alat komunikasi itu adalah ragam bahasa khusus, yang oleh para bangsawan mazhab Praba disebut dengan ragam bahasa ilmiah David, 1973 229. Ciri utama ragam bahasa ilmiah adalah serba logis, lugas, padat, jelas atau eksplisit, objektif, dan berupa ragam baku standar……” 5. Metode Unsur sistematika proposal yang kelima adalah metode. Di bagian metode harus membahas tentang bagaimana metode penelitian itu akan dilakukan. Termasuk juga teknik pengumpulan data, validasi data, analisis data, dan lain sebagainya. Metode yang dipakai juga cukup beragam, mulai dari metode historis, metode eksperimental, dan metode deskriptif. Sedangkan dalam teknik pengumpulan data bisa dilakukan dengan teknik angket atau menggunakan kuesioner, observasi, wawancara, studi pustaka, dan lain sebagainya. Melalui penjelasan metode tersebut, kegiatan yang akan direncanakan pada proposal bisa dinilai secara objektif oleh penerima usulan. Selain itu, si penerima usulan bisa menilai tentang jumlah biaya yang harus dikeluarkan. Berikut adalah contoh bagian metode di dalam sebuah proposal penelitian dengan kadar keilmiahan di mading sekolah “Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Tujuannya untuk mendeskripsikan kadar keilmiahan isi tulisan, organisasi, kosakata dan istilah, pengembangan bahasa, dan aspek mekanik tulisan para siswa SMA Neo Culture yang dipublikasikan dalam bentuk mading sekolah….” 6. Pelaksana Kegiatan Unsur sistematika proposal yang keenam adalah pelaksana kegiatan. Di bagian ini harus ditulis atau dicantumkan daftar personalia ataupun pelaksana kegiatan dan dilengkapi dengan pendidikan ataupun keahlian mereka. Misalnya saja, di dalam sebuah proposal kegiatan pengecatan jalanan yang ada di desa, maka di bagian ini bisa ditulis susunan panitia termasuk juga pihak-pihak yang bertanggung jawab terhadap kegiatan tersebut. 7. Fasilitas Unsur sistematika proposal yang ketujuh adalah fasilitas. Bagian fasilitas ini bisa kamu gunakan dalam proposal kegiatan ataupun proposal penelitian. Untuk beberapa pihak, terdapat fasilitas di dalam proses kegiatannya yang akan bisa lebih menekankan pada biaya. Sehingga kalkulasi biaya yang diberikan akan menjadi lebih murah dibandingkan dengan melakukan sewa. 8. Keuntungan dan Kerugian Unsur sistematika proposal yang kedelapan adalah keuntungan dan kerugian. Keberadaan bagian dari keberuntungan dan juga kerugian dalam sebuah proposal kegiatan ataupun penelitian bisa berguna untuk meyakinkan si penerima usul tentang dana yang dikeluarkan nanti tidak sia-sia dengan apa yang akan didapatkan. 9. Lama Waktu Kegiatan Unsur sistematika proposal yang kesembilan adalah lama aktu kegiatan. Di dalam proposal penelitian ataupun kegiatan, perlu adanya penjelasan tentang berapa lama waktu kegiatan tersebut bisa diselesaikan. Jika kegiatan tersebut terdiri dari beberapa tahap, maka tahap itu harus diberikan perincian waktu penyelesaian masing-masing. 10. Jadwal Kegiatan Unsur sistematika proposal yang kesepuluh adalah jadwal kegiatan. Jadwal dari kegiatan tersebut umumnya berada di dalam proposal kegiatan. Jadwal kegiatan mengatur tentang pembagian waktu berdasarkan rencana kegiatan yang sedang dilaksanakan. Tujuan dari adanya jadwal kegiatan tersebut adalah supaya kegiatan yang satu dengan kegiatan yang lain bisa bertabrakan ataupun ngaret. 11. Anggaran Dana Unsur sistematika proposal yang kesebelas adalah anggaran dana. Adanya anggaran dana ataupun biaya menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam sebuah proposal penelitian ataupun proposal kegiatan. Rincian dari anggaran dana yang akan digunakan harus benar-benar disusun secara baik dan benar. Supaya si penerima usul bisa yakin untuk menyetujui proposal yang kamu buat. Isi dari rincian dana umumnya berupa upah, biaya umum, alat perlengkapan, dan lain sebagainya. 12. Daftar Pustaka Unsur sistematika proposal yang kedua belas adalah daftar pustaka. Di bagian daftar pustaka yang ada di sebuah proposal ini tergolong opsional. Jadi tidak semua proposal perlu mencantumkan daftar pustaka. C. Kaidah Kebahasaan Proposal Kemudian, di dalam sebuah proposal perlu menggunakan kaidah kebahasaan yang dipakai sebagai tanda bahwa tulisan tersebut adalah bentuk dari proposal kegiatan ataupun proposal penelitian, yaitu dengan fitur-fitur berikut ini 1. Pernyataan Argumentatif Di dalam pernyataan argumentatif akan ada penggunaan konjungsi kausalitas, seperti karena, sebab, oleh karena itu, dan lainnya. 2. Pernyataan Persuasif Hal tersebut digunakan untuk mengajak penerima usulan agar bersedia untuk menerima usulan itu. Misalnya saja penggunaan kalimat sebagai berikut “Untuk itu, supaya upaya pembekalan terhadap para pengajar mengenai pengembangan kurikulum dan materi pengajaran membaca serta menulis sangat mendesak untuk dilakukan, maka….” 3. Kata-Kata Teknis Penggunaan kata-kata teknis atau yang biasanya disebut dengan istilah ilmiah berkenaan dengan bidang kegiatan. 4. Kata Kerja Tindakan Penggunaan kata kerja tindakan biasanya dipakai untuk menyatakan langkah-langkah kegiatan ataupun metode penelitian. Misalnya saja kata berlatih, mengamati, mendokumentasikan, dan lain sebagainya. 5. Kata Pendefinisian Contoh dari kata pendefinisian adalah merupakan, adalah, yaitu, yakni, dan lainnya 6. Kata Perincian Penggunaan kata perincian biasanya berupa pertama, kedua, selain itu, ketiga, dan lain sebagainya. 7. Kata Keakanan Penggunaan kata keakanan biasanya yang berkaitan dengan waktu ataupun peristiwa yang akan datang. Misalnya saja kata, akan direncanakan, diharapkan, dan lain sebagainya. Hal itu terjadi karena sifat proposal yang menjadi sebuah bentuk rencana, usulan, ataupun rancangan dari suatu program kegiatan. 8. Kata Denotatif Penggunaan kata denotatif atau kata-kata bermakna lugas. Hal itu penting untuk menghindari kesalahpahaman antara pihak pengusul proposal dengan pihak penerima usulan. D. Syarat Penyusunan Proposal Berikut ini adalah beberapa syarat penyusunan proposal. 1. Lengkap Dalam proses penyusunan sebuah proposal, kamu harus memperhatikan kelengkapan di bagian-bagiannya, seperti latar belakang sampai bagian daftar pustaka. Jika ada lampiran, maka kamu juga harus menyertakan juga dalam penyusunannya. 2. Jelas Dalam proses penyusunan proposal kegiatan ataupun proposal penelitian, kamu harus memperhatikan kaidah-kaidah pemilihan kosakata dan juga kebahasaan agar mudah dipahami oleh si penerima usul. 3. Menarik Dalam proses penyusunan proposal, kamu juga perlu memperhatikan teknik penyajian seperti halnya tata letak, ilustrasi, pemilihan ukuran huruf, jenis huruf, dan lain sebagainya. Hal itu dilakukan dengan tujuan agar penerima usulan tertarik untuk membaca proposal dan bersedia untuk memberikan kontribusi dalam proses kegiatan tersebut. E. Contoh Proposal Kegiatan yang Baik dan Benar Peringatan Ulang Tahun Sekolah SMA Negeri Tangerang I. Pendahuluan A. Latar Belakang Dua puluh tahun usia SMA Negeri Tangerang dalam pengabdiannya di bidang pendidikan. Bukan rentang usia yang pendek bagi suatu lembaga pendidikan untuk menghadirkan alumni yang cerdas dan tangguh bagi masyarakat. Peringatan ulang tahun sekolah dengan kontribusi nyata bagi warga masyarakat sekitar diharapkan mampu menumbuhkan semangat sosial dan gotong royong bagi siswa. B. Tujuan Kegiatan 1. Memupuk semangat kerja sama di dalam lingkungan SMA Negeri Tangerang 2. Menjalin semangat kebersamaan dengan warga masyarakat di sekitar lingkungan SMA Negeri Tangerang II. Isi Proposal A. Tema Kegiatan ulang tahun SMA Negeri Tangerang kali ini mengangkat tema “Gotong Royong Menjaga Kesehatan Bersama.” B. Macam Kegiatan 1. Membersihkan lingkungan di dalam dan sekitar sekolah 2. Gerak jalan sehat C. Peserta Peserta adalah seluruh siswa SMA Negeri Tangerang. D. Peralatan yang Dibutuhkan 1. Peralatan kebersihan 2. Seragam olahraga E. Waktu dan Tempat Pelaksanaan 1. Kegiatan membersihkan lingkungan sekolah Tanggal Sabtu, 17 Oktober 2020 Waktu Pukul WIB – WIB Tempat SMA Negeri Tangerang 2. Kegiatan membersihkan lingkungan di sekitar sekolah Tanggal Sabtu, 24 Oktober 2020 Waktu Pukul WIB – WIB Tempat Lingkungan sekitar SMA Negeri Tangerang 3. Gerak jalan sehat Tanggal Sabtu, 31 Oktober 2020 Waktu Pukul WIB – WIB Rute Sekitar SMA Negeri Tangerang III. Susunan Acara 1. Sabtu, 17 Oktober 2020, – WIB, membersihkan lingkungan SMA Negeri Tangerang , Koordinator Yuni 2. Sabtu, 24 Oktober 2020, – WIB membersihkan fasilitas umum di lingkungan sekitar SMA Negeri Tangerang , Koordinator Abdul 3. Sabtu, 31 Oktober 2020, – WIB gerak jalan sehat 5k berawal dan berakhir di SMA Negeri Tangerang , Koordinator Duta IV. Susunan Kepanitiaan Pelindung Drs. Yudha Kepala Sekolah Pengarah Suryaningsih Penanggung Jawab Muhammad Rizal Ketua OSIS Ketua Panitia Syarifatul Laili Sekretaris Ria Anggraini Bendahara Joko Susanto Seksi acara Setya Wiguna Seksi Dana Usaha Khalifa Wardani Seksi Humas Totok Amsari Seksi Keamanan Ahmad Riyanto Seksi Dokumentasi Firman Seksi Peralatan Budi Doremi V. Anggaran Dana Anggaran kegiatan diperoleh dari 1. Dana kas sekolah Rp. 2. Dana partisipasi siswa Rp. 3. Dana sponsor 4. Dana partisipasi guru Total Biaya pengeluaran 1. Peralatan kebersihan 2. Konsumsi 6. Spanduk Rp. 7. Lain – Lain Rp. Total VI. Penutup Demikian proposal ini kami susun. Besar harapan atas dukungan dari sekolah agar kegiatan yang bermanfaat ini terlaksana sebagaimana yang kita harapkan. Atas perhatian dan kerjasama, kami ucapkan terima kasih. Disahkan di Tangerang, 29 September 2020 Mengetahui, Ketua Panitia Syarifatul Laili Ketua OSIS Muhammad Rizal Kepala Sekolah Drs. Gatot Rekomendasi Buku & Artikel Terkait Sistematika Proposal ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah." Custom log Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda Tersedia dalam platform Android dan IOS Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis Laporan statistik lengkap Aplikasi aman, praktis, dan efisien
Siapa yang pernah mendengar tentang istilah proposal? Buat kalian yang aktif di OSIS, hal ini mungkin sudah cukup familiar atau bahkan menjadi hal yang biasa, lantaran pernah atau sering menyusunnya. Pada dasarnya, proposal adalah suatu ajuan rencana yang masih berupa rancangan. Tujuan dari ajuan rencana ini beragam, mulai dari mendapatkan bantuan dana, meminta perizinan, dan lain-lain. Karena itu, dibuatnya harus secara sistematis dan matang agar meyakinkan. Berdasarkan jenisnya, ajuan rencana ini bisa dikategorikan menjadi proposal bisnis, proyek, penelitian, dan kegiatan. Bedanya apa? Seperti namanya, proposal bisnis digunakan untuk kepentingan pembangunan bisnis, seperti mengajukan kerja sama. Proposal proyek digunakan untuk kepentingan pengadaan proyek, contohnya proyek pembangunan gedung. Proposal penelitian diajukan sebelum seseorang melakukan penelitian. Sementara proposal kegiatan digunakan untuk kepentingan penyelenggaraan suatu acara atau kegiatan. Baca juga Menulis Kata Pengantar dengan Baik dan Benar, Caranya? Hmm… agak banyak ya. Tapi sebenarnya dari segi pembuatan hampir sama kok. Mulai dari menentukan topik, membuat struktur dan lainnya. Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa tips menulis ajuan rencana yang baik dan benar. Menentukan Topik Serupa dengan menulis makalah atau karya ilmiah, kita harus menentukan topik dari proposal yang akan dibuat. Tujuan dari ini bisa menjadi topik karena kita akan menjabarkan rancangan yang kita ajukan di dalamnya. Topik dapat membantu kita supaya isinya tidak berbelok ke bahasan lain. Mengikuti Struktur Sebagai rancangan pengajuan, proposal harus disusun dengan rapi dan sistematis agar pihak yang membaca memahami tujuan kita. Mereka juga bisa merasakan keseriusan kita dalam menjalankan rencana yang tertuang didalamnya, selama kita membuatnya sesuai struktur. Intinya rancangan tersebut tidak dibuat secara asal-asalan, agar pihak penerima juga bisa mempertimbangkannya dengan lebih baik. Objektivitas Supaya penerima lebih yakin, paparkan data dan fakta yang sesuai dengan rancangan. Terlebih lagi karena rancangan ini juga merupakan janji akan sesuatu yang akan kita laksanakan. Karena itu, jabarkan apa adanya, tapi dengan rapi supaya pihak yang menerima memahami maksud dan tujuan kita. Memperhatikan Format Penulisan Walaupun sepele, jangan lupakan format penulisan dan gaya bahasa yang digunakan. Proposal merupakan laporan yang bersifat formal. Karena itu, gunakan kata-kata baku dengan tanda baca yang benar. Usahakan pula menggunakan kalimat yang efektif dan jelas. Hindari kesalahan ejaan dan penulisan. Rancangan yang tidak rapi bisa dianggap mencerminkan perilaku dan cara kerja kita yang berantakan. Please follow and like us Kelas Pintar adalah salah satu partner Kemendikbud yang menyediakan sistem pendukung edukasi di era digital yang menggunakan teknologi terkini untuk membantu murid dan guru dalam menciptakan praktik belajar mengajar terbaik. Related TopicsBahasa IndonesiaProposalstruktur proposal
September 16, 2020 Dalam kehidupan sehari-hari kebanyakan orang sudah tidak asing lagi dengan Proposal. Bahkan, proposal dijadikan sebagai bahan pengajuan untuk berbagai program dan proyek, entah itu proyek pembangunan, program kegiatan dan sebagainya. Lalu, apa sih yang dimaksud dengan proposal itu? penting kah proposal itu dipakai sebagai bahan ajuan atau bagaimana?? Nah, daripada penasaran tidak karuan, yuk kita simak penjelasan mendalam tentang proposal sebagai berikut. PENGERTIAN PROPOSAL Menurut Rieefky, proposal adalah suatu bentuk rancangan kegiatan yang dibuat dalam bentuk formal dan standar. Senada dengan pendapat di atas, nenghepi berpendapat bahwa proposal adalah rancangan kerja yang disusun secara sistematis dan terinci untuk suatu kegiatan yang ingin dilakukan. Rieefky juga berpendapat bahwa penulisan proposal adalah suatu langkah penggabungan dari berbagai perencanaan yang telah dibuat dalam tahap¬tahap sebelumnya. Proposal dalam bahasa Indonesia berasal dari kata “Propos” yang berarti mengusulkan. Secara umum proposal berarti suatu konsep pemikiran dalam bentuk tulisan tentang sesuatu proyek kegiatan yang akan dilaksanakan. Menurut Hasnun Anwar 200473, proposal adalah rencana yang disusun untuk kegiatan tertentu. Jay 20061 menyatakan proposal adalah alat bantu menejemen standar agar manajemen dapat berfungsi secara efisien. Menurut Hadi, menyatakan proposal adalah suatu usulan tersruktur untuk agenda kerjasama bisnis antar lembaga, perusahaan, usulan kegiatan sampai pada pemecahan masalah. Keraf 2001302, mempunyai pendefinisian yang agak berbeda dengan pendapat-pendapat diatas yaitu proposal adalah suatu saran atau permintaan kepada seseorang atau suatu badan untuk mengerjakan atau melakukan suatu pekerjaan. Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, proposal berarti rencana yang dituangkan dalam bentuk rancangan kerja. JENIS-JENIS PROPOSAL Terdapat beberapa Jenis Proposal, berikut dibawah ini penjelasannya. Proposal Bisnis. Proposal bisnis atau proposal usaha merupakan jenis proposal yang berkaitan dengan dunia usaha atau rancangan rencana kerja yang disampaikan baik itu oleh perseorangan maupun kelompok kepada investor. Proposal Kegiatan. Proposal kegiatan merupakan pengajuan rencana suatu kegiatan baik itu bersifat individu maupun kelompok. Contoh proposal kegiatan, diantaranya proposal kegiatan pentas seni budaya, proposal kegiatan perpisahan sekolah dan proposal kegiatan perkemahan dll. Proposal Penelitian. Proposal penelitian merupakan suatu acuan, ide, usulan, ide atau gagasan yang ditujukan pada badan, instansi atau yang lainnya untuk mengadakan sebuah penelitian terhadap sebuah masalah. Proposal berisi tentang gambaran singkat penelitian, latar belakang dan maksud serta tujuan, alasan mengapa isi atau topik terut diangkat, waktu yang dibutuhkan, lokasi penelitian dll. Proposal Wirausaha. Dalam proposal wirausaha perlu dipahami pada siapa proposal anak ditujukan, apakah pada Owner pihak intern yang mempunyai jabatan lebih tinggi, Mitra partner yang akan diajak kerjasama, lembaga perizinan dan atau pada pihak sponsor. JENIS-JENIS PROPOSAL BERDASARKAN BENTUK Adapun Jenis Proposal Berdasarkan Bentuk Proposal. berikut di antaranya sebagai berikut. Formal. Proposal berbentuk formal terdiri atas tiga bagian utama, yaitu bagian pendahuluan, isi proposal, dan bagian pelengkap penutup. Bagian pendahuluan terdiri atas sampul dan halaman judul, surat pengantar kata pengantar, ikhtisar, daftar isi, dan pengesahan permohonan. Bagian isi proposal terdiri atas latar belakang, pembatasan masalah, tujuan ruang lingkup, pemikiran dasar anggapan dasar, metodologi, fasilitas, personalia susunan panitia, keuntungan dan kerugian, waktu, dan biaya. Sedangkan bagian pelengkap penutup berisi daftar pustaka, lampiran, tabel, dan sebagainya. Non Formal. Proposal non formal merupakan variasi atau bentuk lain dari bentuk proposal formal karena tidak memenuhi syarat-syarat tertentu atau tidak selengkap seperti bentuk formal. Proposal non formal biasanya disampaikan dalam bentuk memorandum atau surat sehingga sebuah proposal non formal harus selalu mengandung hal-hal berikut yaitu, masalah, saran, pemecahan, dan permohonan. Semi Formal. Proposal semi formal hampir sama dengan proposal non formal yaitu variasi atau bentuk lain dari bentuk proposal formal karena tidak memenuhi syarat-syarat tertentu atau tidak selengkap seperti bentuk formal JENIS PROPOSAL BERDASARKAN TUJUAN PENULISNYA Proposal riset/penelitian. Adalah proposal yang bertujuan untuk mengajukan pengadaan riset maupun penelitian. Proposal penelitian pengembangan. Kegiatan penelitian pada dasarnya berupaya mencari jawaban terhadap suatu permasalahan, sedangkan kegiatan pengembangan berupaya menerapkan temuan atau teori untuk memecahkan suatu permasalahan. Proposal penelitian kajian pustaka. Proposal kajian pustaka menggunakan telaah yang dilaksanakan untuk memecahkan suatu masalah dan pada dasarnya bertumpu pada penelaahan kritis dan mendalam terhadap bahan-bahan pustaka yang relevan. Telaah pustaka semacam ini biasanya dilakukan dengan cara mengumpulkan data atau informasi dari berbgai sumber pustaka yang kemudian disajikan dengan cara baru dan atau untuk keperluan baru. Proposal penelitian kualitatif. Proposal penelitian kualitatif bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Proses dan makna perspektif subjek lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif. Proposal penelitian kuantitatif. Proposal kuantitatif pada dasarnya menggunakan suatu penelitian dengan pendekatan deduktif-induktif. Proposal acara. Adalah proposal yang bertujuan untuk mengajukan pengadaan suatu acara/kegiatan. Proposal kerjasama. Adalah proposal yang bertujuan untuk mengajukan usulan kerja sam dengan pihak/lembaga lain. Proposal permohonan dana. Adalah proposal yang bertujuan untuk mengajukan permohonan/ permintaan dana. Proposal kerja praktek. Adalah proposal yang bertujuan untuk mengajukan permohonan kerja praktek. Proposal usaha. Adalah proposal yang disusun oleh seseorang atau sekelompok orang untuk mendirikan suatu usaha. CIRI-CIRI PROPOSAL Adapun ciri-ciri proposal sebagai berikut. Proposal dibuat untuk meringkas kegiatan yang akan dilakukan. Proposal dibuat dengan singkat agar donatur atau pihak tertentu mengetahui pokok isi acara yang akan diselenggarakan Sebagai pemberitahuan pertama suatu kegiatan Proposal seharusnya diberikan kepada donatur atau instansi terkait minimal satu bulan sebelum acara sebagai pemberitahuan kepada instansi atau donatur tersebut. Berisikan tujuan-tujuan, latar belakang acara. Proposal disusun dengan tujuan-tujuan yang biasanya disesuaikan dengan latar belakang sebuah acara. Berupa lembaran-lembaran pemberitahuan yang telah dijilid yang nantinya diserahkan kepada yang penyelenggara acara. Proposal pada dasarnya berupa lembaran-lembaran yang berisi sebuah susunan acara atau kegiatan yang diserahkan penyelenggara kepada donatur. Ada pihak yang mengajukan. Salah satu ciri proposal adalah adanya pihak yang mengajukan. Pihak yang mengajukan tersebut sebagai pihak yang mengusulkan suatu rencana atau kegiatan. Ada pihak yang menyetujui. Adanya pihak yang menyetujui menjadi salah satu dari ciri dari proposal. Hal ini berkaitan dengan salah satu fungsi proposal yakni sebagai legalisasi suatu rencana kegiatan. Terdapat gambaran kegiatan secara umum. Gambaran kegiatan disertakan dalam proposal berguna untuk memberikan informasi pada siapapun yang hendak ditunjukan proposal tersebut agar memiliki/mengetahui apa yang sebenarnya keinginan/maksud yang terkandung dalam proposal tersebut. Mempunyai kekuatan persuasif. Proposal mempunyai ciri persuasif yaitu dapat diartikan sebagai bentuk seni baik verbal maupun non verbal yang bertujuan untuk menyakinkan seseorang agar melakukan sesuatu yang dikehendaki pada waktu sekarang maupun yang akan datang. Disusun sebelum rencana kerja. Proposal disusun sebelum membuat rencana kerja secara keseluruhan, ini bermaksud agar penerima mengetahui gambaran kegiatan secara keseluruhan kegiatan yang akan disetujuinya. Bersifat bisnis. Proposal bersifat bisnis, maksudnya proposal dibuat dengan tujuan untuk mengajukan kerjasama dan perjanjian atas suatu kegiatan. Memiliki sasaran dan tujuan yang jelas. Proposal disusun harus mempunyai sasarn dan tujuan yang jelas agar proposal tersebut bisa diterima dan disetujui oleh pihak yang menerima proposal dalam mengadakan pertimbangan. MANFAAT PROPOSAL Adapun manfaat pembuatan proposal sebagai berikut. Menjadi rencana yang mengarahkan panitia dalam melaksanakan kegiatan tersebut. Proposal digunakan sebagai pegangan pelaksanaan, sehingga acara atau kegiatan tersebut dapat berjalan dengan baik dan sistematis sesuai dengan rencana dan agar tujuan dari acara tersebut memperoleh hsil yang diharapkan. Menjelaskan secara tidak langsung kepada pihak-pihak yang ingin mengetahui kegiatan tersebut. Proposal disusun untuk memberitahukan kepada donatur kegiatan apa saja yang akan dilakukan pada aacara tersebut. Untuk meyakinkan para donatur atau sponsor agar mereka memberikan dukungan material maupun finansial dalam mewujudkan kegiatan yang telah direncanakan. Proposal dibuat sebagai alat untuk meyakinkan donatur agar pihak dari donatur mau untuk menjalin kerjasama kepada pihak penyelenggara. Sebagai gambaran awal sebuah kegiatan. Pada dasarnya sebuah proposal diuraikan secara rinci mengenai awal kegiatan, mulai dari tujuan kegiatan hingga dana kegiatan. Sebagai alat untuk memperoleh persetujuan dari pihak berwenang. Proposal digunakan sebagai usulan atau perjanjian untuk melegalkan suatu kegiatan sehingga perlu mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari pihak yang berwenang. Sebagai alat pengontrol jalannya kegiatan. Proposal digunakan sebagai pegangan pelaksanaan setiap tahapan kegiatan. Sebagai alat evaluasi kegiatan. Proposal digunakan sebagai alat evaluasi kegiatan yaitu sebagai cerminan sukses tidaknya suatu kegiatan yang dapat dilihat dari rancangan yang ada di dalam proposal. Sebagai salah satu alat untuk memperluan jaringan kerja dan komunikasi. Dilihat dari segi hubungan sosial, proposal tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk memperoleh persetujuan dari pihak lain melainkan sebagai alat yang mendukung hubungan kerja yang lebih komunikatif. TESTIMONI PROPOSAL Keunggulan Proposal Dapat menarik sponsor untuk memberikan sumbangan dana Dapat menjadi bukti legalitas Memperlancar dan mempermudah pelaksanaan kegiatan Memperkecil masalah yang timbul dalam suatu kegiatan Sebagai rancangan biaya Transparan, efektif, dan efisien Kelemahan Proposal Tidak memiliki kekuatan tanpa adanya juru bicara Memiliki tingkat kepercayaan yang rendah FUNGSI PROPOSAL Berikut ini adalah fungsi dari suatu proposal Untuk melakukan penelitian yang berkaitan dengan agama, sosial, budaya, ekonomi dan sebagainya. Dapat digunakan untuk mendirikan suatu usaha. Dapat digunakan untuk mengajukan suatu tender dari berbagai macam lembaga. Dapat digunakan untuk mengadakan acara-acara kegiatan tertentu seperti acara perayaan, pelatihan, perlombaan, seminar. Dapat untuk mengajukan dana pada lembaga sebagai bantuan terhadap suatu acara atau pengembangan daerah. TUJUAN PROPOSAL Tujuan dari pembuatan proposal adalah sebagai berikut. Agar memperoleh bantuan dana Agar memperoleh perizinan suatu acara Agar memperoleh dukungan Agar memperoleh sponsor Menjelaskan secara tidak langsung kepada pihak-pihak yang ingin mengetahui kegiatan tersebut. Menjadi rencana yang mengarahkan panitia dalam melaksanakan kegiatan tersebut. Untuk menyakinkan para donatur/sponsor agar mereka memberikan dukungan meterial maupun finansial dalam mewujudkan kegiatan yang telah direncanakan. Mendapatkan persetujuan. Sebagai titik acuan. UNSUR-UNSUR PROPOSAL Dalam pembuatan harus ada unsur-unsur agar dapat disetujui. Berikut penjelasannya sebagai berikut. Waktu dan Tempat Pelaksanaan. Harus dijelaskan waktu dan tempat dilaksanakannya kegiatan secara tepat dan jelas. Sasaran Kegiatan. Sasaran kegiatan yang merupakan objek yang menjadi sasaran dari pelaksanaan kegiatan yang diajukan. Contoh dalam suatu kegiatan “LKMM”, sasaran kegiatannya adalah mahasiswa. Susunan Panitia. Susunan panitia merupakan pelaksana dari kegiatan yang diajukan. Harus disusun secara jelas dengan sistematika yang mudah dipahami. Susunan Acara. Susunan acara merupakan pelaksanaan dari kegiatan yang diajukan. Harus disusun secara jelas dengan sistematika yang mudah dipahami. Denngan minimal memuat unsur waktu, kegiatan, tempat dan penanggung jawab. Rancangan Anggaran Biaya. Merupakan rancangan perkiraan pengeluaran yang akan digunakan dalam kegiatan yang diajukan. Format anggaran terdiri atas, nomor urut, kebutuhan seksi, volume, jumlah contoh terlampir Penutup. Merupakan kata penutup dari proposal yang kata harapan dan terima-kasih. Pengesahan. Bagian pengesahan digabung dengan sub bab sebelumnya tidak dibuat dalam lembar tersendiri yang berisi Tanggal pengesahan Instansi pelaksana kegiatan Pengesahan STRUKTUR PROPOSAL Judul Proposal. Judul proposal kegiatan dibuat singkat dan jelas. Harus dapat mengambarkan kegiatan yang akan dilaksanakan. Perlu diperhatikan pemenggalan kata yang tepat saat pergantian baris. Judul proposal diletakkan pada baris pertama seelum latar belakang. Latar Belakang. Latar belakang berisi hal hal yang melatarbelakangi keinginan/daya dorong untuk melaksanakan kegiatan yang diajukan. Nama Kegiatan. Nama kegiatan merupakan nama kegiatan yang diajukan. Disajikan secara menarik untuk publikasi. Tema Kegiatan. Tema kegiatan adalah tema dari pelaksanaan kegiatan yang diajukan. Merupakan materi yang diangkat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Tujuan Kegiatan. Tujuan kegiatan adalah hal yang ingin dicapai dari pelaksanaan kegiatan yang diajukan. Landasan Kegiatan. Landasan kegiatan adalah hal yang menjadi dasar pelaksanaan kegiatan yang diajukan. HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PENYUSUNAN PROPOSAL Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun proposal sebagai berikut. Penempatan dan penggunaan kata yang tepat Menghindari penggunaan kalimat panjang dan bertele-tele Penggunaan paragraf Penggunaan ejaan Sebaiknya proposal ditulis dengan huruf yang mudah dibaca Tidak menyisakan kekosongan yang luas Menggunakan spasi Margin Diberi nomer halaman Format bullet atau angka dapat digunakan ketika ada tiga poin atau lebih dalam satu paragraf Menggunakan jenis kertas yang netral Sebaiknya tidak menggunakan kemasan yang tampak mahal Ejaan dan tata bahasa sebaiknya diperiksa ulang Sumber referensi luar harus disebut dengan tepat Proposal beserta doumen lain diletakkan dalam sebuah folder atau binder Sebaiknya disertakan surat pengantar Proposal perlu memiliki struktur dan logika yang jelas Penulisan kegiatan harus jelas Hasilnya harus dapat diukur/dinilai dengan angka-angka yang pasti Kirimkan proposal hanya jika telah pasti bahwa proposal telah memenuhi kriteria donatur Mencantumkan nama organisasi dan tanggal pada setiap dokumen Jelaskan berapa banyak dana dan moril yang dibutuhkan dari doonatur Jumlah dana yang diperlukan dalam kegiatan harus rasional Jelaskan tujuan jangka panjang organisasi dan tujuan jangka pendek dari kegiatan yang dilakukan. Penyusunan proposal hendaknya menunjuk orang atau beberapa orang yang ahli dalam menyusun proposal, sebaiknya yang memiliki keterkaitan dengan kegiatan yang diselenggarakan. Penyusun proposal mempersiapkan bahan-bahan dan informasi yang diperlukan, yaitu berupa bahan-bahan hasil kesepakatan seluruh panitia Menyusun draft proposal dengan sistematis, menarik, dan realistis. Proposal dibicarakan dalam forum musyawarah untuk dibahas, direvisi dan disetujui. Dibuat proposal yang telah disempurnakan untuk dipergunakan sebagaimana mestinya. Proposal diperbanyak dan didistribusikan kepada pihak-pihak yang dituju, baik internal maupun eksternal. RINGKASAN MENGENAI PROPOSAL Proposal adalah rencana kerja yang disusun secara sistematis dan terinciu ntuk suatu kegiatan yang bersifat formal, dan untuk mendapat persetujuan maupun bantuan dari pihak lain. Adapun ciri-ciri proposal sebagai berikut Ada pihak yang mengajukan, Ada pihak yang menyetujui, Terdapat gambaran kegiatan secara umum, Dibuat untuk meringkas kegiatan yang akan dilakukan, Sebagai pemberitahuan pertama suatu kegiatan. Manfaat proposal adalah dapat mengarahkan panitia dalam melaksanakan kegiatan tersebut dan menjelaskan secara tidak langsung kepada pihak pihak yang ingin mengetahui kegiatan tersebut yntuk meyakinkan para donatur/sponsor agar mereka memberikan dukungan material maupun finansial dalam mewujudkan kegiatan tersebut. Proposal dibuat bertujuan untuk menjabarkan atau menjelasan sebuah tujuan kepada si pembaca individu atau perusahaan sehingga mereka memperoleh pemahaman mengenai tujuan tersebut lebih mendetail. Dan dari proposal tersebut diharapkan dapat memberikan informasi yang sedetail mungkin kepada si pembaca, sehingga akhirnya memperoleh persamaan visi, misi, dan tujuan. Hal-hal yang perlu dimuat dalam proposal antara lain nama proposal, Pendahuluan, Tujuan, bentuk/jenis kegiatan, Pelaksanaan, panitia pelaksana terlampir, biaya/dana rincian terlampir, Harapan dan Lampiran REFERENSI Departemen Pendidikan Nasional. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta Balai Pustaka. Hadi, 2000. Penulisan Laporan dan Proposal. online, diakses 18 Januari 2012. Hasnun, Anwar. 2007. Pedoman dan Petunjuk Praktis Karya Tulis. Yogyakarta Absolut. Jay, R. 2006. Menulis Proposal dan Laporan. Jakarta PT. Bhuana Ilmu Populer. Keraf, Gorys. 2001. Komposisi. Ende Nusa Indah.
Proposal adalah rencana penelitian atau kegiatan yang akan dilaksanakan agar dapat dipertimbangkan untuk disetujui oleh pihak atau lembaga penerima usul. Pengertian tersebut diperkuat oleh pernyataan Kosasih 2017, hlm. 154 yang menyatakan bahwa proposal adalah teks yang berupa permintaan kepada seseorang atau suatu badan untuk melakukan suatu kegiatan atau penelitian ilmiah. Senada dengan pendapat di atas, Tim Kemdikbud 2017, hlm. 143 menyatakan bahwa proposal digunakan sebagai pengajuan, permohonan, atau penawaran. Melalui proposal, kegiatan yang direncanakan dapat terlaksana dengan baik, karena kita akan mendapat beberapa keuntungan seperti rencana yang sistematis dan matang, mendapatkan izin pelaksanaan kegiatan, hingga bantuan dana. Lalu seperti apa format, sistematika, atau struktur dari proposal? Berikut adalah pemaparan lengkapnya. Struktur Proposal Sistematika Struktur atau sistematika penulisan proposal sangat beragam tergantung dari tujuannya. Misalnya, dalam beberapa aspek, proposal penelitian memiliki beberapa perbedaan dengan proposal kegiatan kemasyarakatan. Hal tersebut tentunya akan berpengaruh pada sistematika atau struktur proposal pula. Contohnya, struktur proposal penelitian dan struktur proposal kegiatan akan memiliki perbedaan yang cukup signifikan seperti pada pemaparan di bawah ini. Struktur Proposal Penelitian Struktur Proposal Kegiatan Latar Belakang Masalah Perumusan Masalah Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian Landasan Teori Metode Penelitian Kerangka Penulisan Laporan Latar Belakang Masalah dan Tujuan a. Masalah b. Tujuan Ruang Lingkup Kegiatan a. Objek b. Jenis-Jenis kegiatan Kerangka Teoretis dan Hipotesis a. Kerangka teoretis b. Hipotesis Metode Pelaksana Kegiatan a. Penanggung jawab b. Susunan personalia Fasilitas yang Tersedia a. Sarana b. Peralatan Keuntungan dan Kerugian a. Keuntungan-Keuntungan b. Kemungkinan kerugian Lama Waktu dan Tempat Pelaksanaan a. Waktu b. Tempat Anggaran Biaya Daftar Pustaka Lampiran-Lampiran Namun demikian, secara umum, terdapat beberapa bagian yang sebaiknya harus selalu ada dalam proposal, meliputi latar belakang, masalah dan tujuan, ruang lingkup kegiatan, kerangka teoretis dan hipotesis, metode, pelaksana kegiatan, fasilitas, keuntungan dan kerugian, lama waktu, pembiayaan Tim Kemdikbud, 2017, hlm. 154. Masing-masing bagian akan dijelaskan pada penjabaran di bawah ini. Latar Belakang Latar belakang proposal adalah berbagai keadaan, kejadian, atau hal lain yang melatarbelakangi pentingnya dilaksanakan suatu penelitian atau kegiatan. Bagian ini akan memuat berbagai alasan mengapa sesuatu yang diajukan dalam proposal penting untuk dilaksanakan. Karena merupakan alasan yang berarti berupa argumen, latar belakang harus dilandasi data yang menyokongnya, bukan hanya berupa pendapat subjektif. Misalnya, gunakan data statistik dari lembaga penelitian pemerintah atau jurnal penelitian para akademisi dan ilmuwan. Misalnya, jika penelitian atau kegiatan yang diajukan menyangkut kesehatan, maka latar belakangnya adalah mengenai berjangkitnya suatu penyakit yang dalam taraf mengkhawatirkan berdasarkan data atau statistik dari penelitian lain yang telah diterbitkan. Latar belakang juga sering disebut sebagai inti dari suatu proposal atau penelitian ilmiah. Hal ini karena semua maksud, alasan, tujuan, metode, hingga kegiatan yang akan dilakukan akan ada pada bagian latar belakang. Struktur lain dalam proposal pada dasarnya hanyalah perincian suatu hal dari latar belakang saja. Masalah dan Tujuan Dalam beberapa format proposal, terutama proposal penelitian biasanya dua bagian ini menjadi sub-bab yang terpisah menjadi rumusan masalah, dan tujuan penelitian. Bagian ini secara rinci dan spesifik menyebutkan masalah apa saja yang ingin diangkat berdasarkan latar belakang yang telah disampaikan. Bagian ini juga memuat tujuan-tujuan apa yang ingin dicapai dan disampaikan secara rasional dan persuasif sesuai dengan latar belakang yang diangkat. Masalah sering disebut sebagai Perumusan Masalah pula. Masalah dan tujuan biasanya dipisahkan menjadi dua sturktur yang berbeda. Namun demikian, korelasi masalah dan tujuan ini amatlah kuat. Contohnya, jika rumusan masalahnya adalah “Bagaimana kegiatan penelitian dilakukan?” maka tujuannya adalah “Untuk mengetahui bagaimana kegiatan penelitian dilakukan”. Ruang Lingkup Kegiatan Ruang lingkup kegiatan adalah berbagai batasan-batasan penelitian dan kegiatan yang diusulkan. Batasan ini sangat penting untuk ditentukan agar hal yang diajukan tetap pada jalur tujuan utamanya tanpa menyinggung hal lain yang tidak dibutuhkan. Manfaat penentuan ruang lingkup bagi penerima usul adalah akan lebih mudah dilihat kebaikan dan kelemahannya suatu penelitian atau kegiatan. Sementara itu, bagi penerima usul, masing-masing dapat lebih fokus menguji dan mengkaji masalah dari ruang lingkup dengan bahan-bahan literatur yang spesifik pula dalam mempertimbangkan diterima atau tidaknya suatu usulan yang diajukan. Kerangka Teoretis dan Hipotesis Dalam bagian ini dikemukakan telaah terhadap teori hingga hasil penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan masalah yang telah dirumuskan. Telaah dapat berupa perbandingan, pengontrasan, dan peletakan atau penguatan teori terhadap masalah yang akan diteliti. Misalnya, jika salah satu rumusan masalah proposal adalah menjaga kesehatan, maka teori ilmu kesehatan dapat ditautkan dengan masalah tersebut untuk mencari solusinya. Dari teori-teori yang dikemukakan, penerima usul dapat memahami bobot usulan untuk mengetahui seberapa jauh persiapan pengusul dalam mengusulkan hal yang diajukan. Metode Bagian ini mengemukakan metode penelitian atau kegiatan yang akan dilaksanakan. Hal tersebut mencakup teknik-teknik pengumpulan data, langkah yang akan diambil dalam kegiatan, dsb. Contohnya, metode penelitian yang dapat digunakan adalah metode deskriptif mendeskripsikan atau metode kualitatif menghitung pengaruh data terhadap penelitian. Sementara itu, pengumpulan data dapat dilakukan dengan menggunakan angket kuesioner, wawancara, observasi, studi pustaka, atau tes. Dalam metode penelitian atau metode kegiatan, harus dikemukakan juga rencana pengolahan data yang akan dilakukan. Pelaksana Kegiatan Salah satu faktor utama yang diperhitungkan oleh penerima proposal adalah susunan personil personalia dari badan yang mengajukan proposal tersebut. Oleh karena itu, pastikan untuk merekrut personalia yang ahli dan dapat diandalkan mengerjakan kegiatan yang diajukan. Proposal haruslah melampirkan daftar pelaksana kegiatan lengkap dengan informasi pendidikan, keahlian, dan bila perlu daftar pengalaman personalia yang akan terlibat di dalamnya. Dalam proposal penelitian seperti skripsi, tesis, atau jurnal ilmiah pelaksana kegiatan tidak perlu dikemukakan karena penulis atau peneliti sendirilah yang menjadi pelaksana kegiatan. Fasilitas Bagian ini menerangkan berbagai kebutuhan fasilitas untuk mengadakan kegiatan. Pengusul proposal harus menggambarkan bermacam-macam fasilitas yang akan digunakan. Selain untuk memberikan informasi mengenai fasilitas yang menaungi kegiatan, hal ini juga akan menujukan pengusul benar-benar serius dan telah memperhitungkan fasilitas yang akan dihadirkan dalam kegiatan pula. Keuntungan dan Kerugian Mencantumkan keuntungan dari kegiatan tentunya cukup masuk akal untuk dilakukan. Hal ini tentunya dilakukan untuk meyakinkan kembali bahwa manfaat dari kegiatan ini benar-benar ada dan tidak akan sia-sia untuk dilakukan. Keuntungan dapat digambarkan melalui keuntungan langsung seperti penjualan, keuntungan sampingan membangun citra merek, hingga penghematan, dsb. Lalu mengapa kita harus mencantumkan kerugian? Tentunya karena apa pun yang kita lakukan akan memiliki konsekuensi negatif juga. Namun, apakah konsekuensi tersebut cukup sepadan dengan apa yang akan didapatkan? Itulah pertanyaan utamanya. Dalam jangka pendek mungkin kegiatan yang kita ajukan akan membebani keuangan penerima proposal, tapi jangka panjangnya tentu adalah hal yang berbeda. Selain itu, apakah kegiatan kita akan menyebabkan kemacetan, dsb? Kerugian yang dimaksud juga dapat berupa hambatan yang akan dihadapi ketika melaksanakan kegiatan. Lama Waktu Bagian ini mencantumkan perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan yang akan dilaksanakan. Jika kegiatan terdiri dari banyak pekerjaan yang memiliki tahap cukup rumit, sebaiknya berikan perincian juga terhadap berbagai tahap tersebut. Lama waktu pengerjaan kegiatan atau penelitian ini biasa disajikan melalui Gantt chart. Pembiayaan Tentunya pembiayaan adalah salah satu perhatian utama dari penerima usul. Oleh karena itu, perincian biaya harus benar-benar digarap dengan baik dalam proposal. Meskipun begitu, bagi badan penerima usul yang memiliki reputasi baik biasanya kualitas adalah hal yang lebih diutamakan dibandingkan dengan masuk atau tidak biaya yang diminta. Kaidah Kebahasaan Proposal Menurut Tim Kemdikbud 2017, hlm. 169 kaidah, ciri, atau unsur kebahasaan yang menjadi penanda proposal adalah sebagai berikut. Menggunakan banyak istilah ilmiah, baik berkenaan dengan kegiatan itu sendiri ataupun tentang istilah-istilah berkaitan dengan bidang keilmuannya. Contohnya, dalam ilmu pendidikan, istilah tersebut mencakup afektif, kompetensi, minat baca, psikologis. Banyak menggunakan kata kerja tindakan yang menyatakan langkah-langkah kegiatan metode penelitian. Kata-kata yang dimaksud, meliputi mengamati, mendokumentasikan, melakukan, berlatih, mengisi, membaca, mencampurkan. Menggunakan kata-kata yang menyatakan pendefinisan, yang ditandai oleh penggunaan kata yakni, yaitu, merupakan, adalah. Kaya akan kata-kata yang bermakna perincian, seperti selain itu, petama, kedua, ketiga. Menggunakan kata-kata yang bersifat “keakanan”, seperti akan, diharapkan, direncakan. Hal tersebut sesuai dengan sifat proposal sendiri sebagai suatu usulan, rencana, atau rancangan program kegiatan. Banyak menggunakan kata-kata bermakna lugas atau denotatif bukan kiasan. Hal ini penting untuk menghindari kesalahpahaman antara pihak pengusul dengan pihak penerima proposal. Tujuan Pengajuan Proposal Tentunya tujuan utama pengajuan proposal adalah untuk mendapatkan persetujuan, pengesahan, bahkan pembiayaan dari pihak penerima usulan dalam menggarap hal yang diajukan. Selain itu, menurut Happy 2008 dalam Dalman 2016, hlm. 179 tujuan pengajuan proposal pada umumnya adalah sebagai berikut. Disetujui untuk melakukan penelitian yang berkaitan dengan agama, sosial, politik, ekonomi, pendidikan, dan budaya. Mendirikan usaha kecil, menengah, atau besar. Mengajukan tender dari lembaga-lembaga pemerintahan atau swasta. Untuk mengajukan kredit kepada bank. Mengadakan acara berupa seminar, diskusi, dan pelatihan. Cara Menyusun Proposal Menurut Tim Kemdikbud 2017, hlm. 172 menyusun atau merancang proposal dapat dilakukan dengan beberapa tahap di bawah ini. Lakukanlah observasi terhadap lingkungan di sekitar, baik itu melalui pengamatan langsung ataupun melalui wawancara dengan tokoh setempat, berkenaan dengan permasalahan kesehatan, keamanan, moralitas, kelestarian lingkungan hidup, dan persoalan-persoalan lainnya. Observasi dapat dilakukan pula melalui cara daring atau studi pustaka di perpustakaan. Pilihlah salah satu dari berbagai persoalan yang telah terkumpul dengan cara memilih yang dianggap paling penting dan mendesak untuk dicari penyebab atau pemecahan masalahnya. Rumuskanlah bentuk penelitian atau kegiatan penelitian yang relevan dengan persoalan yang telah ditentuka. Cari pula referensi yang dapat memperkuat dan memperjelas persoalan yang akan melatarbelakangi penelitian atau kegiatan yang akan dilakukan. Diskusikan kembali persoalan serta penelitian atau kegiatan tersebut dengan kolega atau bandingkan dengan penelitian lain yang relevan. Mulai curahkan semua hasil pra penelitian dengan menulis latar belakang terlebih dahulu yang sebetulnya akan memuat rumusan masalah, tujuan, dan metode penelitian pula. Perhatikan kelengkapan, kejelasan, dan kemenarikan proposal dengan cara memastikan seluruh bagian struktur ada, kaidah kebahasaan sesuai dengan penanda proposal, dan menggunakan bahasa persuasif serta tata letak dan gambar yang baik agar menarik. Referensi Dalman. 2016. Menulis Karya Ilmiah. Depok Rajagrafindo Persada. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2017. Buku Siswa Bahasa Indonesia SMA/MA/SMK/MAN Kelas XI. Jakarta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kosasih, Engkos. 2017. Cerdas Berbahasa Indonesia. Jakarta Erlangga.
bagaimana penyusunan proposal dengan struktur dan logika yang jelas